Your Here » » Implementasi LTE di pita 2,3 GHz terkendala perangkat

Implementasi LTE di pita 2,3 GHz terkendala perangkat


Migrasi jaringan WiMax ke Long Term Evolution (LTE) TD di pita 2,3 GHz terkendala ketersediaan perangkat sehingga operator masih tetap menjalankan WiMax 16e meski vendor juga kesulitan memproduksi dalam jumlah massal.

Duta Sarosa, Deputy Chief Executive Officer of PT Berca Global Access, mengatakan saat ini belum banyak vendor yang siap memproduksi base transceiver station (BTS) dan customer premises equipment (CPE) bagi teknologi LTE TD sehingga kita masih terus jalan dengan teknologi yang ada sekarang.

"Kami pasti melangkah ke teknologi berikutnya, hanya saja kita realistis menunggu kesiapan ekosistem pendukung teknologi tersebut di Indonesia," ujarnya kepada merdeka.com, Senin (20/5).

Seperti diketahui, pada 7 Juni First Media akan menghentikan layanan Sitra WiMax dan pelanggan diwajibkan mengembalikan modem lama. Pihak Sitra mengklaim penghentian tersebut karena mreka tengah mempersiapkan melangkah ke teknologi selanjutnya.

Duta menuturkan untuk melangkah ke teknologi selanjutnya memang butuh penggantian BTS dan CPE baru sehingga layanan perlu dihentikan.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, Gatot S. Dewa Broto menyesalkan operator harus menghentikan layanan kepada masyarakat karena akan upgrade teknologi.

"Banyak operator mengganti teknologi juga tanpa menghentikan layanan. Selain itu, First Media juga wajib lapor kepada pemerintah," tuturnya.

Pelanggan WiGo (merek dagang WiMax Berca) sendiri saat ini mencapai belasan ribu orang dan naik terus setiap bulannya.

Menurut Duta, pihaknya terkendal CPE karena tidak memiliki banyak pilihan vendor mengingat produsen perangkat juga sedang menantikan implementasi LTE TD sehingga tak memproduksi massal lagi perangkat berteknologi lama.
Rate this article:
{[['', '']]}
{["Useless", "Boring", "Need more details", "Perfect"]}
Label:
0 Comments
Comments

0 komentar